SATU ATAU SEPULUH TAHUN LAGI

Oleh: Mutmainah Ayu



Pandanganku menerjang kaca
Menembus deretan pedagang yang menjajakan dagangannya
Hiruk pikuk sahutan mereka silih berganti
Demi satu dua ribu untuk keluarga yang menanti

Mendung menggelayut seakan memahami obrolan kami pagi ini
“Dia memanggilnya…Kira-kira 10 tahun dari usia kita saat ini…”
Hayalku pecah oleh kalimat sedarahku
Seketika tersadar akan satu kenangan lama.
“Iya..” sahutku membenarkan.
Kembar beda usiaku berbisik lirih..
“Ingatkah kamu?..
Aku termenung dalam pandangan nanarku
Perbedaan usia kami tidaklah begitu berarti
Berulang kali nama kami tertukar, semirip itukah?
Ya,,, sahutku lagi membenarkannya,

Cinta pertama kami yang tak pernah menggurat angkara diwajahnya
Selalu indah dalam senyum pesonanya.
Dia yang pandai menarikan jemarinya, mengukir tutur indah dalam garis tinta penanya.
Berpulang diusia yang tidak terlalu muda.

Siapalah kami??
Hanyaalah prototype yang siap menanti takdir,
Menyadari raga yang kian melemah
Membangun asa dititik resam.
Jika Sang Khalik menghendaki
Kami hanyalah titik nadir

Dia menyadarkanku..
Kalimatnya menamparku keras
“kapanpun aku siap, sekarang.. atau 10 tahun lagi”
Jika lebih,, itu adalah bonus dariNYA”

Hening diantara kami mendayu
Hiruk pikik pedagang kembali terdengar jelas.
Seorang wanita separuh baya membuka pintu sambil tersenyum cerah
Kami terhenyak dan mengukir sumringah
Menyambut Surga kami yang tersisa…

_KabinEvalia041221_

#Puisi #Poems #ceritakami #journey


Komentar

anakaqua mengatakan…
Sebuah kenangan dan renungan, hidup ternyata tak sepanjang jalan
Mutmainah Ayu mengatakan…
benar,, dan sangat bersyukur bahwa kita masih diberikan kenangan untuk mengingat jalan pulang