3.1.a.5.2. Unggah Tugas Ruang Kolaborasi - Modul 3.1

 


Kasus :

Pak Dodi adalah seorang Kepala Sekolah di SMA yang ada di kota Palu. Sekolah tersebut menerapkan peraturan siswa harus datang 10 menit sebelum jam KBM dimulai pukul 07.15. Kesepakatan sekolah: Jika tiba jam 07.30 siswa diberi kesempatan untuk masuk kelas setelah melaui proses selama 15 menit. Namun jika tiba jam 08.00 keatas, maka siswa akan dipulangkan untuk belajar dirumah atau belajar di perpustakaan.

Hari ini adalah hari rabu, Pak Dodi, seperti biasanya menemani guru Piket yang bertugas di depan gerbang sekolah menyambut anak-anak. Saat jam menunjukkan pukul 08.15, seorang anak bernama Yodjo terlihat diantar oleh ayahnya dengan motor dan berhenti tepat di pintu gerbang sekolah. Pak Dodi kemudian menghampiri mereka, lalu menyampaikan kepada ayahnya Yodjo : “Mohon maaf pak, sekarang sudah pukul 08.15. sesuai peraturan sekolah Yodjo harus dipulangkan dan belajar dari rumah, atau ....” Pak Dodi belum menyelesaikan kalimatnya, tiba tiba Ayah Yodjo memotong pembicaraan dengan nada tinggi, “Apa? kenapa dipulangkan? anak saya mau belajar, saya sudah capek antar ke sekolah lalu bapak suruh dia pulang?” sambil menendang pintu gerbang sekolah.

“Kalau dia pulang kerumah mau jadi apa dia nantinya?” dengan nada emosi. Pak Dodi kemudian mencoba menjelaskan tetapi ayahnya Yodjo tidak menerima. Pak Dodi kebingungan dalam mengambil keputusan, karena di belakang Yodjo masih ada 5 orang siswa yang juga datang terlambat. Untuk meredakan emosi ayahnya Yodjo, Pak Dodi kemudian mengizinkan Yodjo dan 5 orang anak itu masuk untuk di proses diberikan pembinaan, dan Ayah Yodjo pulang sambil menggerutu dengan emosinya.

Ternyata masalah itu tidak berakhir pagi itu, keesokan harinya, seorang guru mendapatkan informasi bahwa Ayahnya Yodjo menuangkan emosi negatifnya di media sosial dengan menyebut-nyebut nama sekolah dan kebijakan kepala sekolah. Kasus ini kemudian di dengar oleh Pak Dodi, beliau kemudian mengadakan rapat internal dengan guru piket dan Guru BK. Kepala sekolah lalu memutuskan mengundang Ayah Yodjo, mengajaknya berdialog dengan bahasa daerah yang dipahami oleh ayah Yodjo serta mensosialisasikan kembali peraturan sekolah.


Paradigma Dilema Etika

Jangka Pendek lawan Jangka Panjang (Short Term Vs Long Term)

Dilema terjadi yang pertama saat Pak Dodi mengizinkan Yodjo dan 5 anak yang lain untuk masuk, padahal mereka sudah terlambat dan melanggar aturan, yang kedua, saat ayahnya Yodjo mengatakan mengapa anaknya mau dipulangkan sementara anaknya mau belajar.

 

Prinsip Dilema Etika

Berpikir Berbasis hasil akhir (ends-Based Thinking)

Prinsip Berbasis Hasil Akhir dipilih karena Kepala sekolah mempertimbangkan siswa yang punya kemauan belajar tinggi meski datang terlambat ke sekolah.


9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan

  1. Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

Nilai yang saling bertentangan adalah nilai Kepedulian dan Nilai Tanggung Jawab.

Dimana Pak Dodi sebagai kepala sekolah menentang aturan sekolah, mengizinkan Yodjo dan 5 siswa lain yang terlambat untuk masuk sekolah karena di dorong oleh rasa peduli terhadap anak siswa tersebut yang ingin tetap belajar walaupun terlambat sampai di sekolah.

selanjutnya adalah Nilai Keadilan dan Integritas.

Dimana Pak Dodi harus memasukkan 5 siswa lain yang kedatangannya juga bersamaan dengan Yodjo. 

  1. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini

  1. Kepala sekolah

  2. Guru Piket

  3. Murid

  4. Wali Murid


  1. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dalam situasi ini

Yodjo datang terlambat pada pukul 08.15 dan sesuai aturan harus di pulangkan ke rumah dan belajar dari rumah dengan materi online atau mendapat pembinaan di perpustakaan.
Ada 5 siswa lain yang juga datang terlambat dan menunggu keadilan untuk diperlakukan sama dengan Yodjo. Orang tua tidak menerima anaknya dipulangkan dan memikirkan nasib anaknya kemudian jika tidak mengikuti pelajaran di sekolah.



       4.     Pengujian Benar/Salah : 

a.   Uji Legal: 

Tidak ada pelanggaran hukum apapun, dalam kasus ini sehingga kasus ini termasuk dalam Dilema Etika

 

  1. Uji Regulasi/Standar Profesional

Ada pelanggaran peraturan dalam kasus tersebut nampak ketika Kepala sekolah mengizinkan Yodjo dan 5 teman lainnya yang juga datang terlambat untuk masuk ke sekolah

 

  1. Uji Intuisi:

berdasarkan perasaan dan intuisi kami, tidak ada yang salah dalam situasi ini karena semuanya benar. Kepala sekolah benar dalam menerapkan disiplin sesuai dengan aturan yang berlaku disekolah untuk menegakkan kedisiplinan. Kepala sekolah juga benar jika mengizinkan siswa siswa yang terlambat ke dalam sekolah karena mereka mau belajar.

 

  1. Uji Publikasi:

           Kepala sekolah merasakan keresahan dan ketidaknyaman karena keputusannya telah diviralkan oleh orang tua Yodjo di media sosial karena akan merusak nama baik pribadi dan sekolah

.

  1. Uji Panutan/Idola:

menurut kami keputusan yang akan diambil adalah mengizinkan siswa yang terlambat untuk tetap mengikuti pelajaran setelah mendapat pembinaan. Hal ini dilakukan demi nilai tanggungjawab dan kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan siswa dalam proses jangka panjangnya.

 

    5.     Pengujian paradigma benar lawan benar

Dalam Pengujian Benar lawan Benar paradigma yang sesuai dalam kasus ini adalah Jangka Pendek lawan Jangka Panjang.

 

    6.    Melakukan Prinsip resolusi

Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip yang digunakan dalam kasus ini adalah berpikir berbasis hasil akhir. Hal tersebut karena Kepala Sekolah memberikan kesempatan kepada siswa yang terlambat untuk masuk kedalam sekolah agar siswa tersebut tetap bisa mengikuti pelajaran sesuai harapan mereka.ANTORI

 

    7.     Investigasi Opsi Trilema

Siswa yang terlambat diizinkan masuk ke sekolah diberikan pembinaan sebelum mengikuti pelajaran seperti biasa.

Mengadakan Sosialisasi kembali tentang peraturan sekolah pada orang tua/wali siswa.

 

    8.     Buat Keputusan

Keputusan yang diambil adalah mengizinkan Yodjo dan 5 temannya yang juga terlambat untuk masuk ke sekolah mengikuti pembinaan dari guru Piket dan BK sebelum mengikuti pembelajaran dikelas.

dan mengadakan sosialisasi kembali tentang peraturan sekolah kepada orang tua/wali siswa.

 

     9.   Lihat lagi keputusan dan refleksikan

Berdasarkan keputusan yang diambil maka siswa yang terlambat mendapat keadilan dan haknya untuk belajar sesuai dengan harapannya, serta orang tua Yodjo dapat memahami peraturan sekolah yang sebenarnya..

    10.     Hal menarik dan tak terduga

a.   Hal menarik

Bahwa Peraturan dan kesepakatan tidak bersifat mutlak tetapi dapat ditinjau kembali sesuai dengan kondisi dan situasi pada saat kejadian karena pengambilan keputusan akan sebuah aturan harus berpihak kepada siswa, menjunjung tinggi nilai-nilai kebajikan universal dan dapat dipertanggung jawabkan..

  1. Tak terduga

Respon dan tanggapan dari orang tua terhadap peraturan sekolah yang sudah disepakati sebelumnya bisa berbeda sesuai dengan pemaham orang tua/wali siswa tersebut.

Akan terjadi kasus yang sama di hari lainnya jika tidak ditangani dengan bijak.

 

 Tahapan pengambilan dan pengujian terhadap studi kasus pilihan, apakah telah tepat, atau belum? Mengapa? Masihkah ada pertanyaan-pertanyaan lanjutan dalam benak, apakah pilihan pengambilan keputusan ini telah tepat?

·       Pengambilan dan pengujian terhadap kasus yang dipilih sudah tepat, karena sudah sesuai dengan 4 paradigma dilema etika, 3 prinsip etika dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.

·       Tidak ada pertanyaan lanjutan dan keputusan tersebut sudah tepat 




Template slide presentasi dari tugas ini dapat anda unduh DISINI

Komentar

Postingan Populer